Kamis, 09 Mei 2013

Jangan Tunda-Tunda

Salah satu penyakit umat Islam yang berat adalah kebiasaan menunda-nunda suatu kebaikan contohnya adalah alasan kuno menunda ke majelis ta’lim sewaktu masih bekerja.  Nanti saja kalau sudah pensiun, biar belajarnya fokus. Atau yang dalam keseharian seperti mencuci, mandi dll. semuanya ditunda dengan alasan yang beragam.

Padahal penundaan tanpa alasan yang kuat sesungguhnya merupakan bentuk dari alasan yang akan berujung kepada kekalahan, bahkan kehancuran.  Dan sebaliknya, tidak menunda pekerjaan adalah bentuk dari kerajinan yang akan berbuah prestasi dan kejayaan. 
Karena itu bagi yang dalam dirinya masih mempersilahkan bersemayamnya sifat menunda pekerjaan, maka dia telah memproklamirkan diri sebagai pribadi yang akan cenderung gagal dalam hidup. Dan bagi yang telah dan selalu bertekad untuk tidak akan menunda-nunda pekerjaan, maka dia telah memproklamirkan diri sebagai orang-orang yang layak menjadi pemenang dan terhormat dalam kehidupan. Baik kehidupan di dunia maupun akhirat. 

Sebagai umat Islam yang bergelar Umat Terbaik, maka sangat tidak layak bagi kita menunda-nunda pekerjaan.  Selesaikan pekerjaan secepatnya, setelah itu kita bisa fokus mengerjakan pekerjaan lainnya. Dan pada saat yang bersamaan dengan kita mengerjakan pekerjaan lainnya, para pemalas baru mengerjakan apa yang sudah kita kerjakan.  Itupun kalau jadi, dan kalau masih Allah beri panjang umur. Jadi jangan pernah menunda-nunda.

Anonimous

sumber : Buletin Al Mujahidin 14/13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar